RSS Feed
My Fam

Minggu, 14 Agustus 2011

Syurga Merindukan 4 Golongan





         Diantara anjuran Baginda Nabi dari sekian banyak keutamaan di Bulan Ramadhan ini yaitu kita jangan melewatkan begitu saja waktu dan kesempatan bulan mulia ini tanpa memperbanyak do’a.Karena di bulan ini semua do’a akan diijabah.Beliau mengkhususkan perintah agar kita memohon selalu agar kita dapat Syurganya Allah swt,dan mohon perlindungan dari api neraka.Tapi tahukah anda siapa saja orang orang yang dirindukan oleh syurga.Siapapun kita,apapun latar belakang kita,dari tingkat strata sosial manapun,apapun profesi yang kita geluti,tentu akan sangat ingin suatu saat nanti akan memasuki Syurganya Allah swt.
         Tujuan manusia diciptakan Allah untuk mengabdi dan beribadah kepadanya, orang yang tak mau beribadah adalah menyalahi tujuan hidupnya, orang yang salah tujuan hidupnya termasuk orang yang merugi, akan menemui kesensaraan, dan mendapatkan azab dari Allahu ta'ala.

Dalam hidup ini banyak sekali yang bisa dijadikan ibadat…kesenangan bila disyukuri…jadi ibadah, kesusahan bila dihadapi dengan sabar…jadi ibadah, dan bahkan ada orang yang menjalan suatu ibadah yang ia dirindukan oleh syurga, siapa saja mereka itu…? Mari kita lihat riwayat berikut ini.
الْجَنَّةُ مُشْتَقٌ إِلىَ أَرْبَعَةِ نَفَرٍ  artinya syurga itu merindukan 4 golongan:
1.  تاَلِى الْقُرْآنِ  (orang yang membaca Al-quran). Membaca al-quran adalah bernilai ibadah disisi Allah ta'ala,Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw pernah mengatakan:” Membaca al-quran dalam keadaan shalat maka baginya adalah setiap huruf yang ia baca 50 kebaikan, barang siapa yang membaca al-quran diluar shalat dalam keadaan berwudhuk maka baginya setiap hurfnya 25 kebaikan, dan barangsiapa yang membaca al-quran dengan tidak berwudhu maka baginya setiap hurufnya pahala 10 kebaikan”.

Perumpamaan orang mukmin yang mau membaca al-quran bagaikan buah utrujah, baunya harum dan rasanya enak. Dan perumpamaan orang mukmin yang tak mau membaca al-quran bagaikan seperti buah kurma, tidak ada baunya tapi rasanya manis. Sedangkan seorang munafik yang membaca al-quran seperti buah Raihanah, baunya harum dan rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca al-quran bagaikan buah hanzalah, tidak ada baunya dan rasanyapun pahit.
Orang yang membaca kitab allah adalah orang-orang yang mengharapkan perniagaan yang takan merugi, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah :
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ                                                                                                
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, (QS. Al-Fathir 29)
Orang yang membaca al-quran adalah orang yang dirindukan sorga, alangkah mulianya orang mau membaca al-quran apalagi memahami dan mengamalkan isinya sehingga dia dirindukan oleh syurga, akan tetapi suatu ancaman bagi orang yang tak mau membaca al-quran dan berpaling dari ajarannya sebagaimana firman Allah dalam surat Thaha ayat 124-125.
 وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى, قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا                                                                                        
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, Mengapa Engkau menghimpunkan Aku dalam keadaan buta, padahal Aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"(QS. Toha 124-125)
Dalam ayat ini ancaman bagi orang yang berpaling dari ajaran Al-quran adalah akan diberikan kehidupan yang sempit dan dikumpulkan nantik diakhirat dalam keadaan buta, tidak melihat sama sekali, sehingga memprotes ia kepada Allah, wahai tuhan kenapa engkau kumpulkan kami dalam keadaan buta padahal kami dahulunya melihat, jawab Allah, demikian itu karna telah datang kepadamu ayat-ayat kami akan tetapi kamu melupakannya maka pada hari inipun kamu dilupakan, begitulah balasan Allah terhadap orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat tuhannya akan mendapatkan azab akhirat yang lebih berat dan lebih kekal nantinya.
Saudaraku
2. وَحَافِظُ اللِّسَانِ  (memelihara lisan) ,Lidah adalah salah satu anggota tubuh yang sangat besar manfa'atnya dalam kehidupan ini, tanpanya kehidupan akan kaku. Baik atau buruknya kata-kata yang keluar lidah sangat tergantung kepada tinggi rendahnya keimanan yang dimiliki, Lidah memang dikenal tidak bertulang akan tetapi bahayanya bagi orang lain kadang kala lebih keras dari tulang, oleh karnanya berfikirlah sebelum berbicara dan jangan bicarakan segala apa yang terfikir.Lidah kita ibarat pedang,karena ia tajam dan bisa melukai bahkan membunuh karakter orang lain.Hati-hati dalam berbicara jangan sampai lidah melukai hati saudara kita.Mulutmu adalah harimaumu yangsewaktu-waktu bisa membahayakan dan mencengkram dirimu,kalau tak hati-hati dalam menjaganya  
Saudaraku seiman
Perkataan yang keluar dari mulut tak obahnya bak lembu besar yang keluar dari lubang kecil yang ia tak mungkin lagi kembali masuk kedalamnya. Nah orang yang memelihara lidah adalah orang yang dirindukan syurga dan suatu bukti yang terdapat pada dirinya bahwa dia adalah orang yang beriman kepada hari akhirat. Sebagaimana Hadist Rasulullah Saw.

عَنْ أَبِي هُرَيْـرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، اَنَّ رَسُـوْلَ اللهِ صَليَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ ،  وَمَنْ كَــانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ ، وَمنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ  وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ ). رواه البخاري
Artinya:Dari Abi Hurairah Ra Sesunguhnya Rasulullah Saw. Bersada Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari yang akhir maka hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam, barangsiapa yang beriman dengan, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari yang akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya.(HR. Bukhari)
Kemudian yang ketiga orang yang dirindukan syurga adalah 3.  وَمُطْعِمُ الْجِعَانِ (Memberi makan orang yang sedang kelaparan) Kesusahanlah bagi orang yang suka menyusahkan orang lain, kelapangan bagi orang yang suka melapangkan orang lain,  seperti memberi makan orang yang sedang kelaparan, atau menjamu orang yang sedang puasa, pahalanya akan diperoleh oleh orang yang menjamu sama dengan pahala puasa orang yang dijamu, subhanallah. Amalan seperti ini termasuk salah satu amalan orang yang dirindukan sorga.

4. وَصَائِمُ الرَّمَضَانِ  (orang yg puasa di bulan ramadhan) Bulan puasa adalah bulan yang penuh Rahmat, bulan puasa adalah bulan yang penuh Maghfirah, bulan puasa adalah bulan pembakaran dosa, beribadat didalamnya sangat besar pahalanya maka untuk itu kesempatan besar bagi kita untuk melakukan amal Ibadat sebanyak mungkin.

Pahala sedeqah dilipat gandakan, berbuat ibadat yang sunat sama pahalanya dengan ibadat wajib dihari yang lain, dan berbuat amal fardhu maka dilebihkan lagi dari pahala biasanya, alangkah ruginya orang yang lalai dibulan ramadhan, mungkin kita masih hidup dibulan ini akan tetapi bulan puasa yang akan datang belum tentu lagi, karna ajal tak seorangpun yang  mengetahui kapan datangnya, حياتك قبل موتك  pergunakan hidupmu sabelum matimu, dan فراغك قبل شغلك kesempatanmu sebelum datang kesempitanmu, hidup kita sekarang, kesempatan kita dibulan Ramadhan ini mari kita isi dengan ibadat kepada Allah swt. Dan ketakwaan kepadanya. Karena tujuan dari puasa Ramadhan itu adalah membentuk insan yang bertakwa.

1 komentar:

fakhri bramantha mengatakan...

bagus gan kultumnya

Poskan Komentar